Kewajaran
kewajaran, salah satu kata yang seringkali dijadikan "Tameng" bagi orang- orang untuk melindungi harga dirinya ketika gagal, contohnya :
Ketika melihat ada orang berhasil di dalam pekerjaannya dan dipromosikan, maka biasanya, teman sekantornya mengatainya : " Yah, wajar saja, dia kan keponakannya bos..." atau : " Yah, wajar saja, dia kan tampangnya kayak bule, cakep..."
atau ketika melihat ada teman yang sukses dengan usahanya, biasanya ada yang mengatai : " Yah, wajar saja, orang tuanya kan kaya..." atau : Yah, wajar saja, kan dia pendidikannya tinggi..."
Nah, kalau definisi kewajaran kita seperti itu, waspadalah, karena itu akan menjadi kata yang sangat mematikan bagi kreativitas dan kesuksesan kita.
Agar kata kewajaran menjadi senjata kita untuk sukses, bagaimana kalau kita ganti definisinya seperti contoh ini :
ketika ada yang sukses di pekerjaannya dan dipromosikan, katakan : "Yah, wajar saja dia naik, karena dia bekerja dengan hati dan selalu memenuhi target dan dateline perusahaan" atau " Yah, wajar saja dia dipromosikan, karena selama ini dia selalu berkontribusi positif dan bekerja tanpa pernah mengeluh..."
Dengan definisi kewajaran yang telah kita perbarui tersebut akan memacu kita untuk bertindak menurut kewajawan untuk menjadi sukses.
Bagaimana dengan Anda, apakah Anda sudah bertindak wajar untuk gagal atau bertindak secara wajar untuk menjadi sukses?
Salam Juara,
By : Herry
Santoso
Tidak ada komentar:
Posting Komentar