Halaman

Selamat datang di Blog Herry Motivator - Motivation - ServiceExcellence - Leadership - Self Development - Team Building - Sales & Marketing

Pertanggungjawaban Hidup


Pertanggungjawaban Hidup

Suatu kali terdapat seorang konglomerat yang memiliki bisnis kontraktor, sebut saja PT Sensasi ( Senyum-Salam-Terima kasih). konglomerat tersebut berikhtiar untuk meninggalkan kekayaannya kepada ketiga wakilnya ( wakil Direktur) untuk menyepi ke sebuah gunung, guna mencari kebijaksanaan.

Sebelum berangkat, dia berpesan kepada ketiga wakilnya : " Kalian bertiga, sebentar lagi saya mau pergi ke suatu tempat nan jauh dan tidak tahu kapan akan kembali. Saya titipkan seluruh kekayaan saya untuk kalian kelola, tapi dengan satu syarat; yaitu kalian harus membangun sebuah rumah dengan mempergunakan harta benda saya."

Ketiga wakil tersebut mulai membangun rumah sesuai pesan atasannya.
Wakil pertama berpikir dalam hatinya : " Lebih baik aku membangun rumah dengan kayu dan papan saja, sehingga biayanya irit dan sisa kekayaan bisa aku nikmati. Lagian, saya kan belum tahu Bos kapan pulangnya. Buat apa saya hamburkan kekayaan bos untuk membangun rumah untuknya..."
Setelah beberapa bulan rumah tersebut jadi, terbuat dari kayu dan papan.

wakil kedua berpikir : " Membangun rumah untuk bos tidak usah yang mahal- mahal. yang penting aku buat fondasi secukupnya, dan pergunakan bahan bangunan yang standar saja. Sisa kekayaannya kan dapat aku pakai buat senang- senang."
Lalu Wakil kedua mulai membangun rumahnya, fondasi dibuat tidak terlalu dalam, tembok dari Batako, atap dari kayu dan genteng.

Wakil ketiga berpikir : " Bos sudah memberikan aku kesempatan bekerja selama ini, aku akan mempergunakan sebagian besar kekayaannya untuk membangun istana terbaik untuknya."

setelah setahun, Wakil ketiga berhasil menyelesaikan istananya. Fondasi dibuat sangat dalam ( untuk bangunan 4 lantai), tembok dari marmer, pintu dan perabot rumah dibuat dari emas yang dipunyai sang atasan. Istana tersebut sangat megah setinggi 4 lantai.

Beberapa tahun kemudian, ketika sang atasan belum pulang terjadilah kebakaran di sekitar rumah-rumah tersebut. Api menjalar dan membakar habis rumah pertama karena terbuat dari kayu. Lalu apipun merembet ke rumah kedua sehingga atap dan pintu yang dari kayu habis terbakar dan rumah tersebut hanya tersisa temboknya saja yang sudah gosong. Api juga menjalar ke istana wakil ketiga, namun karena bangunannya begitu tinggi dan temboknya dari marmer, istana tersebut tidak terbakar sama sekali.

Melihat kejadian tersebut, wakil pertama hanya cuek saja rumah yang dibangunnya habis terbakar, pikirnya nanti kalau bos pulang saya bisa beralasan bahwa rumahnya terkena musibah. Wakil kedua segera memperbaiki atap yang terbakar dengan biaya seadanya.

Selang beberapa tahun kemudian, sang konglomerat pulang ke perusahaannya dan menemui ketiga wakil tersebut, lalu mengajak mereka melihat rumah yang sudah mereka bangun.

Sesampai di lokasi, sang konglomerat kaget melinat rumah pertama hancur. Singkat cerita, sang konglomerat berkata kepada ketiga wakilnya ; "Saya akan pergi lagi, kali ini tidak akan kembali. Sebagai ucapan terimakasihku atas pengabdian kalian, saya memberikan rumah yang kalian bangun masing- masing tersebut untuk kalian tempati. Rumah itu buat kalian masing- masing"

Mendengar hal tersebut, wakil pertama sangat menyesal, wakil kedua pun agak sedikit menyesal, dan wakil ketiga dengan rendah hati menikmati istana yang dibangunnya"

Sobat juara, demikian juga dengan hidup kita, hari demi hari harus kita bangun dengan yang terbaik. Mindset terbaik, lakukan setiap pekerjaan dengan yang terbaik dan dedikasikan semuanya untuk Tuhan. Percayalah, suatu saat kelak hasil pekerjaan hidup kita akan dihakimi oleh Tuhan.

So, lakukan pembangunan hidup kita dengan yang terbaik. Anda siap membangun dengan yang terbaik ?

Salam juara,
Herry Santoso

Tidak ada komentar:

Posting Komentar